Donasi Dakwah Abadi Alumni Fakultas Ilmu Budaya

Dakwah adalah sebuah proses yang panjang dan membutuhkan pengerahan bermacam-macam potensi agar ia dapat berhasil dengan baik. Potensi itu dapat berupa kader dakwah (SDM), infrastruktur, maupun finansial.

Belajar Secara Perlahan Namun Pasti

...pengetahuan-pengetahuan kita terhadap sesuatu, sesederhana apa pun ia, kadang menjadi penting, terutama dalam kondisi-kondisi khusus. Bahkan jika sesuatu itu sering kita lihat.

Yang Paling Berat…

Masyarakat dunia mengatakan zaman sekarang adalah zaman keterbukaan informasi. Setiap individu berhak memperoleh maupun mengakses informasi apa pun di berbagai belahan dunia. Dunia maya pun akhirnya berlomba-lomba menyuguhkan informasi sebanyak-banyaknya, terkini dan tepercaya.

Hikmah Sahur

Salah satu yang disunahkan Rasulullah Saw. ketika puasa adalah sahur, lebih utamanya lagi mengakhirkan sahurnya. Menurut Dr. Yusuf Qardhawi dalam Fiqih Puasa, sahur adalah hidangan yang dimakan pada waktu sahr (dini hari), yaitu setelah pertengahan malam hingga fajar.

JEREJAK MIMPI DI KAMPUS BUDAYA

Sesungguhnya Engkau tahu bahwa hati ini telah berpadu, berhimpun dalam naungan cinta-Mu. Bertemu dalam ketaatan, bersatu dalam perjuangan, menegakkan syariat dalam kehidupan.

Selamat Datang

Situs ini dibuat sebagai sarana silaturahim para da'i alumni Fakultas Ilmu Budaya UGM sekaligus untuk menyebarkan informasi seperti perkembangan donasi, agenda, artikel, dan tulisan-tulisan lainnya. Dengan hadirnya situs ini, diharapkan menjadi media informasi dan komunikasi bagi alumni Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Usul, kritik, saran, dapat dikirimkan ke donasidakwah@gmail.com

Minggu, 26 Juni 2011

Batas Abu-Abu


“Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan”. Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (QS. 2: 11-12)

Ketika saya membaca beberapa portal berita hari ini, beberapa di antaranya memuat headline yang cukup ironis dan tragis. Dua berita yang mengejutkan datang dari negeri Sakura, yang ilmuwannya berhasil membuat daging sintetis dari kotoran manusia dengan mengambil zat-zat seperti protein, karbohidrat dan sebagainya. Menurut berita yang saya baca, daging sintetis yang kemudian diolah menjadi steak ini telah diuji rasa, dan menurut mereka rasa dagingnya mendekati rasa daging sapi. Hasil penelitian yang sangat kontroversial ini memang masih akan disempurnakan lagi mengingat dampak psikologisnya. Ilmuwan Jepang tersebut memang meyakini kandungan zat gizinya sangat tinggi.  Hal ini juga sebagai upaya mengurangi polusi dari pembuangan kotoran manusia yang populasinya semakin meningkat namun tidak diiringi dengan ketersediaan bahan pangan.
Sepintas, kita sebagai orang awam insya Allah merasa jijik membacanya. Bahkan mendengar kotoran manusia saja kening kita sudah berkerut, lantas bagaimana jika kita memakannya? Ah, tak perlu dibayangkan. Hal yang patut diperhatikan adalah aspek halal dan haramnya, karena kita adalah umat Islam yang sudah seharusnya mempertimbangkan betul perkara halal dan haram, bahkan perlu juga di tambahkan, thayyib alias kebersihannya.
Sayyid Sabiq dalam Fiqh Sunnah bab Thaharah membuat subbab tersendiri tentang kotoran manusia. Muntah, kencing dan kotoran manusia termasuk dalam najis, dengan beberapa pengecualian, yaitu untuk muntah jika jumlahnya sedikit, juga terkait kencing bayi. Selain itu, sudah jelas hukumnya adalah haram. Logikanya, masyaAllah…Jepang ini seperti sudah benar-benar tidak ada makanan saja. Seharusnya, kotoran itu bisa dimanfaatkan untuk pupuk sehingga tanaman hijau bisa ditumbuhkan untuk dijadikan makanan alternatif yang justru dengan itu mereka turut membantu masalah pangan dunia.
Bukankah tumbuhan hijau justru lebih kaya manfaat? Bahkan pun ketika ingin mengkonsumsi daging, beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa Australia hendak memusnahkan unta-unta liar yang berkeliaran di negaranya. Nah, kenapa tidak memanfaatkan kondisi itu? Bukankah itu justru membantu pihak Australia yang kelabakan menangani unta-unta?
Lain ladang lain belalang, lain benua lain pula masalah yang ditimbulkan. Berita ini datang dari markas besar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Para pembesar yang duduk dalam markas PBB ini baru saja mengetok palu tanda setuju untuk persamaan hak kaum yang sempat dibinasakan Allah Swt karena perbuatan keji mereka,
“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, “Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (homoseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu.” (QS. 29:28)
Kaum gay, lesbian, transgender dan para simpatisan mereka kini boleh berbangga hati karena hak-hak mereka telah diakui dan disahkan oleh PBB. Sekali lagi atas nama HAM. Selama sidang pengesahan resolusi tersebut, banyak di antara negara-negara Afrika dan Arab yang tergabung dalam OKI menolak gagasan tersebut. Entah bagaimana dengan Indonesia. Negara yang dalam pandangan saya, batas antara benar dan salah, halal dan haram semakin hari justru semakin abu-abu.
Dengan melihat dua headline berita tersebut, kita seolah sedang menghitung mundur datangnya balasan dari Allah Swt atas makhluknya yang semakin jauh dari sunnatullah. Tanda-tanda kiamat terasa semakin jelas, jadi kawan-kawan, sebaiknya kita segera perbanyak lagi perbekalan kita sebelum Israfil benar-benar meniup sangkakalanya, pertanda Hari Kebangkitan itu telah tiba.
“Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti laron yang beterbangan. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Maka adapun yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas” (QS. 101: 1-11)

Oleh: Rina Rakhmawati (Kearsipan 2007)
Sumber gambar di sini

Minggu, 19 Juni 2011

Donasi Dakwah Abadi Alumni Fakultas Ilmu Budaya


Dakwah adalah sebuah proses yang panjang dan membutuhkan pengerahan bermacam-macam potensi agar ia dapat berhasil dengan baik. Potensi itu dapat berupa kader dakwah (SDM), infrastruktur, maupun finansial. Jika ketiga potensi ini dapat dicukupi dan dimaksimalkan dengan baik, maka insya Allah dakwah yang dilangsungkan akan berjalan dengan lebih dan diharapkan akan berhasil dengan lebih baik. Selama ini, masalah financial masih merupakan sisi lemah yang menyebabkan kurang maksimalnya keberhasilan dakwah, di samping adanya faktor-faktor yang lain.
Untuk menutup sisi lemah ini, para da’i hendaknya mempunyai sumber pendanaan mandiri yang sifatnya berkelanjutan. Dengan demikian, mereka dapat menjalankan dakwahnya tanpa mendapatkan tekanan pihak donatur yang boleh jadi membatasi hal-hal yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan. Diharapkan, dengan adanya Donasi Dana Dakwah Abadi yang berasal dari alumni, maka dakwah yang dilakukan—khususnya yang berada di lingkup Fakultas Ilmu Budaya—dapat berjalan lebih baik.

Maksud dan tujuan
-          Menghimpun dana dakwah abadi alumni Fakultas Ilmu Budaya
-          Menyediakan dana bagi dakwah, khususnya di lingkup Fakultas Ilmu Budaya

Sasaran
Sasaran program ini adalah alumni dan mahasiswa FIB UGM yang mempunyai kepedulian terhadap dakwah di FIB UGM

Sistem dan mekanisme
a.      Donatur: Donatur adalah orang yang bersedia memberikan bantuan dana bagi terlaksananya dakwah di Fakultas Ilmu Budaya. Donatur adalah mahasiswa, Alumni, maupun orang yang peduli terhadap dakwah di Fakultas Ilmu Budaya UGM
b.      Periode donasi: Donasi dilakukan secara periodik, sesuai dengan keinginan donatur (bisa perbulan, per semester, ataupun per tahun)
c.       Besaran donasi: standar besaran donasi diserahkan kepada donatur. (misalkan Rp. 2000/bulan, dsb)
d.      Pengelola dana: Dana donasi akan dikelola oleh tim yang ditunjuk oleh wadah bersama dakwah fakultas (di bawah lembaga alumni Ilmu Budaya).
e.       Penyerahan dana: dana bisa langsung diserahkan kepada pengelola (diambil ke donatur) maupun transfer via rekening bank.
f.       Evaluasi: evaluasi/laporan penggunaan dana dilakukan secara berkala, setahun tiga kali/ periode caturwulan. Setiap donatur akan diberikan salinan laporan penggunaan dana baik via antar maupun via email (sesuai pilihan/kesepakatan dengan donatur).



Cara Donasi

a.       Donatur dipersilakan mengunduh file Formulir Donasi, mengisinya dan mengirimkannya (dalam attachment) ke alamat email: donasidakwah@gmail.com dicc ke farid_asbani@yahoo.com
b.      Silakan transfer dana sesuai kesanggupan ke rekening
No 0126362657 a.n. Halimah Hasanah, Bank Muamalat cabang Masjid Kampus UGM.
c.       Mohon konfirmasikan jumlah dan transfer demi tertib administrasi ke email donasidakwah@gmail.com dicc ke farid_asbani@yahoo.com atau SMS ke nomor 085228251025. 
 
Penutup
Demikian program ini kami buat. Semoga Allah memberikan kemudahan di setiap langkah kita mendakwahkan Dien ini.
Lampiran 
Formulir Donasi

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites